Berita9 - Keluhan Tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri yang disampaikan sore kemarin secara langsung kepada
Presiden Joko Widodo (Jokowi), ditanggapi dingin pemerhati buruh migran. Pasalnya, Jokowi hanya menjawab keluhan tanpa memberikan solusi yang pasti.
(berita terkait : KPK Belum Menjawab Tantangan BNP2TKI )
Misalnya keluhan TKI bernama Yati, yang bekerja di Singapura, mengeluhkan pungli terhadap TKI yang kembali dari luar negeri di Bandara Soekarno-Hatta. Menjawab Yati, Jokowi mengatakan meminta BNP2TKI dan Menteri Tenaga Kerja untuk memeriksa langsung ke bandara.
"Pungli di bandara, saya perintahkan langsung hari ini cek tiap hari, tiap minggu, agar tidak ada pungli. Kalau ada ganti, ganti sampai bosan," kata Jokowi, tanpa menjelaskan apa tindakan yang akan dilakukan pemerintah terhadap para pelaku, agar tidak lagi terjadi pungli.
Senada dengan Yati, seorang TKI yang bekerja di Mesir juga mengeluhkan perlakuan yang diterima TKI di bandara. "Begitu tiba di bandara diambil semua, dipaksa mengeluarkan uang yang kita bawa. Mereka buka koper dan pakaian kita," katanya.
Menjawab keluhan itu, Jokowi hanya meminta TKI untuk mencatat nama-nama oknum petugas di bandara yang memperlakukan TKI secara tidak manusiawi. "Catat namanya, berikan ke saya. Nanti saya cari," ucap Jokowi.
Misalnya keluhan TKI bernama Yati, yang bekerja di Singapura, mengeluhkan pungli terhadap TKI yang kembali dari luar negeri di Bandara Soekarno-Hatta. Menjawab Yati, Jokowi mengatakan meminta BNP2TKI dan Menteri Tenaga Kerja untuk memeriksa langsung ke bandara.
"Pungli di bandara, saya perintahkan langsung hari ini cek tiap hari, tiap minggu, agar tidak ada pungli. Kalau ada ganti, ganti sampai bosan," kata Jokowi, tanpa menjelaskan apa tindakan yang akan dilakukan pemerintah terhadap para pelaku, agar tidak lagi terjadi pungli.
Senada dengan Yati, seorang TKI yang bekerja di Mesir juga mengeluhkan perlakuan yang diterima TKI di bandara. "Begitu tiba di bandara diambil semua, dipaksa mengeluarkan uang yang kita bawa. Mereka buka koper dan pakaian kita," katanya.
Menjawab keluhan itu, Jokowi hanya meminta TKI untuk mencatat nama-nama oknum petugas di bandara yang memperlakukan TKI secara tidak manusiawi. "Catat namanya, berikan ke saya. Nanti saya cari," ucap Jokowi.
Jokowi sama sekali tidak menjabarkan tindakan apa yang akan dilakukan pemerintah guna menghilangkan pungli di Bandara.
Juli lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipimpin langsung Ketuanya, Abraham Samad menggelar
inspeksi mendadak PT Angkasa Pura II di Bandara Soekarno Hatta. Hasilnya, bBelasan
orang ditangkap, termasuk anggota TNI dan kepolisian. Bahkan dua oknum anggota polisi turut diamankan KPK.
Lucunya, empat bulan setelah sidak, tidak ada kabar jelas apa tindakan yang diberikan terhadap belasan orang yang diklaim sebagai oknum itu. Tidak diketahui juga, apakah penangkapan belasan orang itu, dapat mengungkap para pelaku lain.
Kepala Balai Pelayanan Kepulangan Tenaga Kerja Indonesia (BPKTKI) Yaved, September lalu, malah menantang KPK untuk membuktikan adanya pungli di Bandara Soekarno-Hatta. Hingga kini pungli masih menjadi keluhan TKI, seperti yang mereka sampaikan pada Jokowi, hari ini. (red/one)







