Berita9 - Skenario Koalisi Merah Putih menguasai parlemen, terbukti sudah. Seluruh kursi pimpinan DPR dikuasi oleh mereka. Meski diwarnai walk out partai-partai yang tergabung koalisi Jokowi-JK, pelantikan lima pimpinan DPR tetap berjalan.
Kelima pimpinan DPR RI yang disahkan dalam rapat Paripurna DPR RI itu adalah, Ketua DPR Setya Novanto dari Golkar, Wakil Ketua DPR Fadli Zon dari Gerindra, Fahri Hamzah dari PKS, Agus Hermanto dari Demokrat dan Taufik Kurniawan dari PAN.
Menanggapi hal diatas, Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengatakan, realita politik di parlemen saat ini memang sudah dapat diprediksi. Ini terjadi karena PDI Perjuangan gagal menggandeng Partai Demokrat dan satu partai lagi sebagai kekuatan tambahan.
Alih-alih menggandeng, Partai Demokrat justru menjadi bagian nyata dari KMP, dengan memperoleh jatah kursi pimpinan DPR RI menggantikan PPP.
"Konsen kita hari ini, politik Indonesia masuk era divided government atau pemerintahan terbelah. Eksekutif dikuasai Koalisi Jokowi-JK, sedangkan legislatif dikuasai KMP," kata Qodari seperti di kutip dari vivanews.co.id Kamis, (2/10).
Menurut dia, kondisi ini akan membuat pemerintah Jokowi-JK semakin kompleks untuk mengeksekusi program kerja pemerintahannya selama lima tahun mendatang. Terutama yang berkaitan anggaran dan personalia yang perlu mendapat persetujuan DPR.
"Mudah-mudahan deadlock ini tidak berimplikasi kepada kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Dia menyarankan, sebaiknya partai yang tergabung dalam Koalisi Jokowi-JK menghindari pertarungan terbuka di DPR. Karena dalam beberapa kali pertarungan politik secara terbuka di parlemen, seperti voting, partai pendukung Jokowi-JK itu selalu keok.
"Mereka harus lebih proaktif menjalin komunikasi politik lewat jalur-jalur politik informal, jangan sampai dipaksakan bertarung terbuka di DPR, kejadiannya akan berulang," ungkap Qodari. (ita)







