NU Minta Pemerintah Jokowi Tegas Terhadap Ormas Islam Radikal
Posted on :
10/24/2014 05:04:00 PM
Berita9 - Maraknya gerakan Islam radikal di Indonesia mengancam keutuhan NKRI. Islam Radikal yang berkembang sudah mulai tersebar hingga pelosok. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj meminta Pemerintahan Jokowi-JK bersikap tegas terhadap kelompok Islam radikal yang saat ini bermunculan.
"Terus terang saja, Islam Wahabi. Islam yang anti-Maulid Nabi, antiziarah kubur, antiIsra Miraj. Itu ajaran aneh bagi umat muslim Indonesia," kata Kyai Said di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (23/10). (baca : NU Tagih Janji Hari Santri ke Jokowi )
Ia menjelaskan gerakan Islam ini misalnya gerakan Wahabi yang membawa aliran tidak sesuai dengan ajaran Islam Indonesia. Islam Wahabi itu bukan Islam Nusantara, karena menurut dia pengikut gerakan tersebut telah merusak tempat ibadah di sejumlah daerah di Indonesia.
Menurut Kyai Said, gerakan Wahabi yang berkembang di Indonesia tersebut perlu diwaspadai karena tujuan gerakan yang berasal dari Arab Saudi itu adalah ingin mengajarkan pemurnian Islam menurut ajaran mereka.
Nahdlatul Ulama, lanjut Kyai Said, meminta ke pemerintah Jokowi-JK sepatutnya bersikap lebih tegas terhadap gerakan kelompok tersebut terutama gerakan Wahabi karena kelompok itu telah berkembang di Indonesia.
"Gerakan ini dengan bebasnya menyebarkan ide-ide, ajaran-ajaran dengan membangun pasantren-pasantren, madrasah di Indonesia," tambahnya.
"As-sunnah di Cirebon, alumninya ngebom Polresta Cirebon, ngebom Gereja Bethel di Solo. Islam seperti itu bukan Islam Nusantara," jelasnya.
"Pemerintahan baru ini lebih tegas menyeleksi ormas-ormas di era terbuka ini. Walaupun mereka mengatasnamakan ingin membangun khilafah Islam," katanya. (red/dim)
Label:
Artikel Terbaru,
Berita Utama,
Hukum dan Kriminal,
Politik,
Poltik





