Berita9 - Kapal milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut yang tenggelam di Selat Loekeli yang memisahkan Pulau Ndao dan Pulau Doo, Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur masih terus dicari oleh Tim gabungan dari Badan SAR Nasional Nusa Tenggara Timur, TNI AL, Polisi dan nelayan.
Kapal tersebut diduga tenggelam karena menghantam ombak besar saat tengah melakukan patroli gabungan ke Taman Nasional Perairan Laut Sewu di Pulau Rote.
Kapal ini berisi 12 penumpang dengan rincian 2 dari TNI, 3 orang anggota Polair Polres Rote Ndao, dan 7 orang PNS Dinas Pariwisata Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rote Ndao. Dari dua belas penumpang yang berada di kapal tersebut, tiga orang dinyatakan tewas.
Korban tewas yang berhasil di identifikasi adalah, Inspektur Dua Imanuel Do Hina yang menjabat sebagai Kepala Satuan Perairan (Kasat Polair) Polres Rote Ndao, dua korban tewas lainnya yakni Yos Fanggidae dari Forum Adat Rote Ndao dan Detrius Koeain dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten.
Sedangkan korban selamat adalah, Kapten (L) Arif (Pas Ops Lanal Pulau Rote), Kis Didi (Anggota Lanal Pulau Rote), Bripka Nefriadi B Tallo (Anggota Polair Polres Rote Ndao), Aleksander Modok (DKP Kabupaten Rote Ndao), Aprianus Veto (KPPN Kupang), dan Verawati Ratu Ludji (KPPN Kupang).
Sementara 3 orang masih dinyatakan hilang, mereka adalah Brigpol Yupiter N Pah (anggota Polair Polres Rote Ndao), serta dua lainnya dari DKP Kabupaten Rote Ndao yang belum diketahui identitasnya. (red/viva)







