Berita9 - Belum disetornya nama-nama anggota dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH) mengisi Komisi dan alat kelengkapan dewan, ternyata penyebab utamanya karena partai politik koalisi KIH menginginkan penentuan alat kelengkapan dewan bisa diselesaikan melalui mekanisme musyawarah mufakat.
"Jadi
Koalisi Indonesia Hebat atau PDI Perjuangan mendesak Koalisi Merah
Putih. Awalnya mereka minta 10 pimpinan komisi, kemudian berkurang jadi
5, yaitu 4 komisi dan 1 alat kelengkapan dewan," ujar Politikus
Partai Golkar Bambang Soesatyo di Gedung
DPR, Jakarta Kamis (23/10)
Bambang membantah rumor bahwa Koalisi Merah Putih meminta jatah dua menteri di kabinet Presiden Joko Widodo sebagai ganti KMP memberikan 16 kursi pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan ke KIH.
"Kami gak pernah minta-minta menteri. Mereka (KIH) yang nawarin kami terus. PAN ditawari 2 menteri, ditolak. Kami sudah tegaskan tetap di luar pemerintahan. Jadi, jangan sudah berkuasa di pemerintah kemudian ingin dapat jatah juga di DPR, nggak fair dong," tuturnya. (red)




