Berita9 - Suasana "panas" kembali terjadi di gedung parlemen, pasalnya, parpol koalisi Presiden Jokowi menginginkan jatah kursi piminan dan alat kelengkapan dalam porsi besar, sebagai gantinya, partai politik yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) ditawari jatah dua kursi di kabinet. (baca : Ternyata, KIH Minta Jatah 16 Kursi )
Sementara itu, politikus
PDI Perjuangan Aria Bima mengatakan, idealnya proses pemilihan pimpinan
komisi dan alat kelengkapan dewan dilaksanakan melalui musyawarah
mufakat.
Sebagai partai pemenang pemilu, lanjut Aria, PDI Perjuangan bersama Koalisi Indonesia Hebat berhak mendapat enam posisi ketua dan 25 wakil ketua.
"Ya sudahlah, gak apa-apa, 16 kursi kita perhitungkan. Yang penting di setiap pimpinan KIH masih ada. Itu pun mereka masih belum bergeming," kata Aria.
Aria mengakui jika partai politik di KMP memberi jatah enam kursi pimpinan alat kelengkapan dewan untuk KIH. "Itu gila, masa enam dari 47 jumlah pimpinan. Saya tawar minimal 16, kalau nggak, ya nggak usah sama sekali," tegasnya.
Sebagai partai pemenang pemilu, lanjut Aria, PDI Perjuangan bersama Koalisi Indonesia Hebat berhak mendapat enam posisi ketua dan 25 wakil ketua.
"Ya sudahlah, gak apa-apa, 16 kursi kita perhitungkan. Yang penting di setiap pimpinan KIH masih ada. Itu pun mereka masih belum bergeming," kata Aria.
Aria mengakui jika partai politik di KMP memberi jatah enam kursi pimpinan alat kelengkapan dewan untuk KIH. "Itu gila, masa enam dari 47 jumlah pimpinan. Saya tawar minimal 16, kalau nggak, ya nggak usah sama sekali," tegasnya.




