Berita9 - Direktur Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Djoko Murjanto, mengatakan, pihaknya tidak akan segan-segan menindak anak buahnya dan kontraktor apabila menyalahi aturan.
Sesuai perintah Menteri PU dan Perumahan Rakyat, projek jalan nasional harus bersih dari tindak KKN. Untuk itu, apabila dalam projek jalan Nasional Wilayah II Provinsi Kalbar,
pada paket peningkatan Struktur Jalan Batas Kota Sanggau – Sekadau I Jalan Sanggau-Sekadau ditemukan ketidaksesuaian pekerjaan dengan prosedur, Djoko berjanji segera menjatuhkan sanksi.
"Tergantung kesalahan apa, sanki akan menyesuaikan tingkat kesalahan. Hasil pekerjaan pemborong juga akan kita audit," kata Djoko di Jakarta, Kamis (28/11).
Sementara itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengaudit hasil pekerjaan pemborong karena menurut data yang diterima ICW, menemukan keganjilan dalam anggaran. Namun, ICW belum bisa mempublikasi hasil penelitiannya, "Sedang kita dalami dulu dan kita crosscek ke banyak pihak," kata peneliti ICW Emerson Yuntho.
Baru dibangun sudah rusak
Proyek pembangunan dan
perbaikan jalan Nasional Wilayah II Provinsi Kalbar,
pada paket peningkatan Struktur Jalan Batas Kota Sanggau – Sekadau I Jalan Sanggau-Sekadau yang tanpa pemasangan plang proyek dan
rambu kegiatan, berakibat fatal. Seorang pengguna jalan yang sedang
memboncengi keluarganya jatuh tersungkur akibat jalanan yang rusak. (baca juga : Pemborong ini Keluhkan Pungli di Kalbar )
Sewaktu melintasi jalan yang
sedang dalam masa perbaikan itu, korban yang tidak menyebutkan jati
dirinya mengeluhkan atas tidak adanya pengawasan dari kontraktor
pelaksana dan instansi berwenang. kontraktor pelaksana
membiarkan materil batu-batu yang berserakan.
“Timbunan batu asal tumpuk saja,
ini jalanan kecil. Kenapa bikin susah orang sih,” kata Ahmad salah seorang warga. (baca juga : DPR Minta BPK Audit Total Pembangunan Jalan Nasional di Kalbar )
Ahmad bercerita, saat ia lewat disebelah kiri, kendaraan berat
kontraktor tidak bisa dilaluinya, sedangka dilajur kanan, material berserakan, dan
juga truk pengangkut yang berlawanan arah. "Inilah yang terjadi,” ujar Ahmad sambil memperlihatkan luka di lengan kanannya. (baca juga : Dirjen Bina Marga : Kelebihan Tonase Penyebab Kerusakan Jalan Nasional )
Sementara itu, Muslim, pejabat pembuat komitmen mengakui, pihaknya telah melayangkan tegoran ke pemborong untuk segera
memperbaiki aspal yang cepat rusak.
"Pemborong membandel, sudah sering
diperingatkan tapi tidak diindahkan," kata Muslim.
“Saya juga kewalahan menghadapi kontraktor
yang begini, sepertinya si pelaksana belum siap secara financial.
Untuk kerusakan LPA yang pecah itu belum dikunci dan itu hanya untuk
menutupi lobang. Kita lihatlah nanti, saat ini kan pekerjaaannya masih
berjalan dan apabila pelaksana tidak dapat menyelesaikan pekerjaaannya,
Kami putus," ujar Muslim.
Saat dimintai tanggapannya, pimpinan PT. CBB, Edy, mengatakan,
pihaknya sudah memenuhi semua teguran yang diberikan PPK. Bahkan, ia
mengaku sudah membuat plang rambu-rambu sebanyak 40 buah, tetapi sering hilang karena dicuri. "Pagi kita pasang, malam sudah hilang," katanya. (baca juga : Ruas Jalan Baru Dibangun, Banyak yang Rusak)
Edy bahkan mengeluh, selama mengerjakan projek itu, dirinya merasa dipermainkan oleh pihak PU Kalimantan Barat. Pasalnya, ia harus mengeluarkan dana ekstra untuk menservice pejabat PU di Kalbar. "Katanya jaman reformasi, tapi KKN (kolusi, korupsi dan nepotisme-red) masih banyak terjadi di PU Kalbar," ujarnya. (red/asa/budi)
Edy bahkan mengeluh, selama mengerjakan projek itu, dirinya merasa dipermainkan oleh pihak PU Kalimantan Barat. Pasalnya, ia harus mengeluarkan dana ekstra untuk menservice pejabat PU di Kalbar. "Katanya jaman reformasi, tapi KKN (kolusi, korupsi dan nepotisme-red) masih banyak terjadi di PU Kalbar," ujarnya. (red/asa/budi)







