Breaking News :

Akbar Bela Menko Polhukam


Berita9 - Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Edhy Purdijatno supaya Polri tidak mengeluarkan izin penyelenggaraan Munas ke IX Golkar di Bali, menuai banyak kecaman, utamanya dari internal Partai Golkar. 

Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar, Akbar Tandjung bersikap cepat dengan menemui Menko Polhukam pasca pernyataan sikap yang diutarakan sang menteri beberapa waktu lalu.

"Dia menjelaskan, intinya mereka melihat internal partai Golkar sedang terjadi konflik yang mengakibatkan terjadinya keributan, perkelahian bahkan menimbulkan luka-luka dan kemudian karena penyelanggaraannya di Bali," kata Akbar saat ditemui di kediamannya di jalan Purnawarman 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (27/11) malam .

"Karena Bali itu tempat turis, strategis apalagi akhir tahun akan banyak datang turis dari berbagai negara dan dikawatikan nanti ada negara yang mengeluarkan travel warning sehingga akan mempengaruhi kedatangan turis," tambah Akbar.

Akbar pun meyakini, apa yang telah diungkapkan Tedjo demi suksesnya penyelenggraan, keamann dan ketertiban, sehingga terjaminnya dan  Munas Golkar ke-9.

Selain itu, Akbar juga menyampaikan, meski Tedjo merupakan salah satu kader Partai Nasdem, namun pernyataan sikap yang dilontarkan merupakan atas dasar dia sebagai pejabat negara, yang tidak dilandasi kepentingan dan interes politik.

"Pada intinya posisi saya sebagai pejabat negara bertanggung jawab terhadap politik hukum dan keamanan," ujar Akbar menirukan ucapan Tedjo. (red)
Share this post :
 
Copyright © 2014. Berita 9 Santun dan Bersahabat - All Rights Reserved
ReDesign by Berita 9