Berita9 - Ada beragam hal dialami Wali Kota Tri Rismaharini selama menjabat
sebagai Wali Kota Surabaya. Termasuk soal 'permintaan' mengangkat PNS
menjadi kepala dinas. Bagaimana Risma menyikapinya?
Setiap kali
ada permintaan, walikota yang diusung PDIP ini membalasnya agar orang
yang menginginkan seorang pejabat pemkot menjadi kepala dinas agar
menggantikan dirinya sebagai walikota.
"Ngono sek ono njaluk dadi
kepala dinas. Ngono ae sek sing encik encik eri. Tolong segera dilantik
jadi kepala dinas, tak jawab koen ae sing ngganteni aku dadi walikota,
sing dadi walikota lho sopo kok aku malah diperintah (Begitu ada yang
minta jadi kepala dinas. Aku jawab, kamu saja yang menggantikan aku
menjadi wali kota. Yang jadi wali kota siapa kok malah diperintah),"
cerita Risma saat sambutan sosialisasi Penerima Bantuan Iuran (PBI) di
depan puluhan camat dan lurah serta petugas puskesmas se-Surabaya di
Graha Sawunggaling Pemkot Surabaya, Rabu (1/10/2014).
Risma
menyebut jabatan walikota saat ini tidak seenak dulu. Menurutnya, dulu
menjadi walikota masih bisa punya rumah di kawasan elit, tapi sekarang
tidak. "Kalau dulu jadi walikota enak, bisa punya rumah di tempat tempat
elit," imbuh dia.
Risma juga bercerita soal tawaran jabatan
menteri dan alasan-alasan ia menolak tawaran itu. "Wes sopo sing gelem
nggenteni aku dadi menteri. Walikota lho wes abot, tanggung jawabe yo
nang sing kuoso (Sudah, siapa yang mau menggantikan aku menjadi menteri.
Wali kota lho sudah berat, tanggung jawabnya kepada Tuhan)," pungkas
Risma.(dtk)







