Berita9 - Para
peneliti menemukan bahwa kemampuan pasien untuk bertahan adalah
relatif sama pada kedua kelompok tersebut. Rata-rata kemampuan
bertahan pasien yang diberi iressa adalah 7,6 bulan, dan pasien yang
diberi docetaxel adalah 8 bulan.
Pada pasien yang mengalami mutasi
gen EFGR, kemampuan bertahannya adalah selama 8,4 bulan pada kelompok
yang diberi iressa dan selama 7,5 bulan pada kelompok yang diberi
docetaxel.
Akan
tetapi terdapat perbedaan nyata dalam hal efek samping yang dialami.
Efek samping umum pada pasien yang diberi iressa adalah jerawat dan
kemerahan pada kulit, namun pada pasien yang diberi docetaxel efek
sampingnya dapat berupa neutropenia (sejenis kelainan darah),
gangguan kepribadian, dan kerontokan rambut.
Dr. Edward Kim, seorang asisten profesor pada M. D. Anderson Cancer Center di
Houston, bersama timnya melakukan penelitian terhadap 1.466 pasien
penderita kanker paru-paru. Para pasien tersebut kemudian dibagi menjadi
2 kelompok, yakni kelompok yang diterapi dengan iressa dan kelompok
yang diterapi dengan docetaxel.
sumber artikel : info dokter spesialis






