Berita9 - Stephen
Hawking, seorang fisikiawan asal Amerika Serikat kembali mengeluarkan pernyataan yang kontroversial. Dia berteori penciptaan alam semesta.
Hawking satu ilmuwan yang masih hidup dalam keadaan cacat itu dengan tegas menolak keberadaan Tuhan dalam penciptaan alam
semesta. Dia lebih yakin pada penjelasan ilmu pengetahuan dalam
asal-usul terciptanya alam semesta. Profesor penulis buku A Brief History of Time itu beralasan penjelasan ilmu pengetahuan lebih bisa diterima akal dan lebih meyakinkan.
Pendapat Hawking itu mendapat komentar sinis dari penginjil dan pakar penciptaan alam semesta, Ray
Comfort. Pria kelahiran Selandia Baru tegas menolak Hawking sebagai
ilmuwan brilian.
"Anda tahu, jika Anda tak setuju dengan Alkitab, saat seseorang
mengatakan 'saya seorang ateis', maka mereka mengatakan 'saya bodoh',"
ujar Comfort dalam sebuah talkshow berjudul Comfort Zone dilansir The Independent, Kamis (9/10).
Comfort pun menambahkan mereka yang melontarkan bahwa Tuhan tidak
menciptakan sesuatu, menurutnya, telah terjebak pada pemikirannya
sendiri.
"Itu bunuh diri intelektual yang menggelikan. Alkitab mengatakan, siapa yang menyangkal keberadaan Tuhan adalah orang bodoh. Dan jika kita mengatakan orang itu adalah orang cerdas, maka kita telah menyangkal apa yang dikatakan Alkitab," beber Comfort.
Ia pun menegaskan alam semesta telah diciptakan oleh kekuatan yang
lebih tinggi. Untuk menjelaskan hal ini, Comfort pun membuat analogi
bahwa sesuatu tak mungkin terjadi tanpa sebab.
"Ini seperti seorang yang duduk di pesawat Boeing 747 dan
mengatakan saya yakin sesuatu terjadi saat tak ada yang meledak dan
semuanya jatuh ke tempatnya. Itu menggelikan," kata dia.
Menurutnya, hal itu tak mungkin terjadi tanpa adanya campur tangan seorang 'sutradara'.
Sebelumnya pada akhir September lalu, dalam wawancara dengan surat kabar Spanyol, El Mundo, Hawking mengatakan alam semesta merupakan hasil fenomena ilmiah, bukan fenomena spiritual.
"Sebelum kita memahami ilmu pengetahuan, wajar kalau kita meyakini
Tuhan lah yang menciptakan alam semesta. Tapi sekarang sains menawarkan
penjelasan yang lebih meyakinkan," kata Hawking.
Pada kesempatan itu, Hawking juga menjelaskan pemikirannya yang
menyatakan teori ilmiah akan memandu manusia mengetahui 'pikiran
tuhan'.
"Yang saya maksud dengan mengetahui pikiran Tuhan adalah kita akan
tahu segala sesuatu yang Tuhan akan ketahui, tapi jika ada Tuhan.
Nyatanya Tuhan tidak ada. Saya seorang ateis," ujarnya.
Pandangan ekstrim Hawking tentang Tuhan itu sudah pernah
disampaikan sebelumnya. Pada sebuah pidato April tahun lalu, pada kuliah
umum berjudul "The Origin of the Universe" di California Institute of
Technology, Amerika Serikat. (re/viva)







