![]() |
| Aktivis perempuan melakukan aksi demo anti pemerkosaan di Bunderan HI |
Berita9 - Korban pemerkosaan mantan anggota Brimob Polda NTB saat ini mengalami trauma berat dan sering menjerit histeris. Kondisi itu tentu saja membuat geram keluarga korban dan masyarakat Dusun Kumbi kepada dua pelaku perkosaan itu. Apalagi, warga menjadi khawatir terhadap anak gadisnya yang juga bersekolah jauh dari kampung halaman.
Ayah korban, Mawardi saat ditemui di kediamannya mengatakan, awalnya hubungan JM dan BR sangat dekat. JM kerap memanggil BR paman. Namun sejak BR sering berulah di kampung dan diceraikan istri kemudian dipecat dari kesatuannya hubungan keluargapun putus.
"Dengan istrinya dia dulu, JM memanggilnya bibi. Sejak dia cerai kita sudah tidak memperdulikan," ujar Marwadi.
Dengan kejadian yang menimpa putri pertamanya ini, Mawardi berharap pihak kepolisian memberikan hukuman yang seberat-beratnya pada pelaku. "Saya harap Polisi segera menangkapnya, sampai belum tertangkap anak saya takut ke sekolah, bahkan keluar rumah saja malu," kata dia. (red/tar)







