Berita9 - Sekelompok orang bersenjata di Desa
Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Aceh, Minggu, 12
Oktober 2014 membakar dua alat berat yang sedang melakukan perbaikan jalan lintas
Lokop-Peureulak dibakar. Belum diketahui apa motif pelaku, namun dikabarkan pelaku
sempat meminta sejumlah uang kepada pengawas mobil tersebut.
Pelaku yang diperkirakan berjumlah empat orang datang ke lokasi dengan menggunakan sebo dan menenteng senjata. Keempatnya langsung membakar dua unit alat berat yang sedang dijaga tiga penjaga.
Kepada awak media, pengawas mobil tersebut mengaku sesaat sebelum didatangi empat pria, ia sempat menerima telepon dari orang yang mengaku namanya Raja Rimba. Raja Rimba meminta uang Rp200 juta. Selain meminta uang, penelepon juga mengatakan telah membakar alat berat dan juga meminta menghentikan pekerjaan tersebut.
Pelaku yang diperkirakan berjumlah empat orang datang ke lokasi dengan menggunakan sebo dan menenteng senjata. Keempatnya langsung membakar dua unit alat berat yang sedang dijaga tiga penjaga.
Kepada awak media, pengawas mobil tersebut mengaku sesaat sebelum didatangi empat pria, ia sempat menerima telepon dari orang yang mengaku namanya Raja Rimba. Raja Rimba meminta uang Rp200 juta. Selain meminta uang, penelepon juga mengatakan telah membakar alat berat dan juga meminta menghentikan pekerjaan tersebut.
Bukan kelompok Nurdin
Sebelumnya, sekelompok
orang bersenjata yang mengaku mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM)
muncul ke publik di wilayah Aceh Timur. Pimpinan mereka, Nurdin alias
Abu Minimi mengatakan, kemunculan mereka untuk meminta keadilan.
Mereka mengaku akan melawan Pemerintah Aceh di bawah pimpinan Zaini Abdullah dan Muzakkir Manaf, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Abu Minimi dan kawan-kawannya juga mengancam akan melumpuhkan perekonomian Aceh.
Kapolres Aceh Timur AKBP Muhajir saat dikonfirmasi VIVAnews, membenarkan kejadian tersebut. Namun, ia mengatakan, pelaku pembakaran alat berat bukan kelompok bersenjata di bawah pimpinan Abu Minimi.
Kapolres mengatakan, pelaku merupakan kelompok bersenjata lainnya yang diketuai Raja Rimba. "Bukan (kelompok Abu Minimi), kelompok Rimba di Rantau Peureulak lain lagi," kata Muhajir. (red/viva)
Mereka mengaku akan melawan Pemerintah Aceh di bawah pimpinan Zaini Abdullah dan Muzakkir Manaf, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Abu Minimi dan kawan-kawannya juga mengancam akan melumpuhkan perekonomian Aceh.
Kapolres Aceh Timur AKBP Muhajir saat dikonfirmasi VIVAnews, membenarkan kejadian tersebut. Namun, ia mengatakan, pelaku pembakaran alat berat bukan kelompok bersenjata di bawah pimpinan Abu Minimi.
Kapolres mengatakan, pelaku merupakan kelompok bersenjata lainnya yang diketuai Raja Rimba. "Bukan (kelompok Abu Minimi), kelompok Rimba di Rantau Peureulak lain lagi," kata Muhajir. (red/viva)






