Buku SKI SD resahkan warga NU
Posted on :
10/01/2014 04:04:00 PM
Berita9 - Beredarnya buku Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) untuk kelas VII yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) memantik kontroversi di tengah masyarakat. Dalam buku pegangan siswa dan guru tersebut terdapat teks yang menyebutkan 'Berhala sekarang adalah kuburan para wali'.
Kalimat ini dinilai memicu sentimen Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA). Ujungnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan permintaan maaf kepada publik dan mencabut buku tersebut dari peredaran.
Tulisan itu berpotensi menimbulkan ketersinggungan dan berujung konflik di kalangan warga NU. Apalagi buku itu tersebut pegangan guru. Dengan kondisi itu NU khawatir para siswa menerima pengetahuan yang salah. Muatan tersebut dikhawatrikan mempengaruhi pola pikir siswa dalam memandang tradisi ziarah ke makam Wali. Kemenag dinilai kerap melakukan kesalahan dalam penyusunan buku pegangan para siswa.
Saat beberapa Kandepag bersiap menarik peredaran buku tersebut, sikap yang ditunjukkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Banyumas, mempunyai sikap lain, buku kurikulum 2013 cetakan PT Macanan Jaya Cemerlang Klaten tersebut sudah dalam proses pendistribusian dan tetap akan diedarkan.
"Kami meminta penerbit tidak menarik buku tersebut dari peredaran karena buku tersebut bukan termasuk pegangan siswa, namun panduan bagi guru pengajar," ujar Kepala kantor Kemenag, Bambang Sucipto.
Menurutnya, jika buku ini ditarik dari peredaran, maka akan memakan waktu cukup lama. "Sebenarnya tinggal bagaimana cara guru menyampaikan kepada anak didiknya saja, saya rasa guru cukup selektif dalam menyampaikan materi SKI ini," jelasnya.
Kantor Kementerian Agama Banyumas, kata Bambang, akan mengusulkan kepada Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kemenag RI mengoreksi buku terbitannya itu.
Terpisah, Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Purwokerto, Ilhamudin meminta buku tersebut segera ditarik dari peredaran.
"Kami mendesak Kemenag Banyumas segera menarik buku ini dari edaran, sebab hal ini akan menghegemoni dunia pendidikan," ungkapnya.
Kepala MTs Ma'arif Nu Al-Hidayah Purwokerto, Charis Munandar mengatakan, meski buku SKI belum sampai di tangan guru, namun aktifitas pembelajaran masih efektif.
Menurutnya, materi pelajaran yang memberikan pengetahuan terkait sejarah dan kebudayaan Islam itu sudah disampaikan sejak awal masuk menggunakan soft copy yang di download oleh guru setempat.
"Jika ada tulisan yang mengandung SARA dalam LKS atau buku, guru pasti punya inisiatif tanggap cepat dan mengantisipasinya," ujar sekretaris Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Banyumas ini.
Label:
Artikel Terbaru,
Daerah







