Bulan "Madu" Pendukung Jokowi Terancam Berakhir
Posted on :
10/24/2014 04:32:00 PM
Berita9 - Euforia massa pendukung Presiden Joko Widodo terancam terganggu dengan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang akan diputuskan November mendatang.
Isu yang pernah menghangat saat mendekati masa akhir jabatan Presiden SBY, kini mulai menghangat kembali. Adalah Pengamat politik dari LIPI, Siti Zuhro yang menilai setiap kenaikan harga BBM akan selalu mendapat penolakan dari masyarakat, tanpa memperdulikan siapa yang menjadi presiden.
"Ketika Pak SBY jadi Presiden, kebanyakan yang menolak bisa jadi adalah para pendukungnya dan seperti yang sudah-sudah rakyat akan menanggapi negatif dan kecewa kepada pemerintah karena dianggap tidak berpihak pada rakyat miskin," ujarnya, Jumat (24/10).
Menurut Siti, kenaikan harga BBM selalu akan diikuti dengan kenaikan tarif transportasi, sembilan bahan pokok dan lain-lain.
Dua hal itu yang membebani rakyat. Meskipun berkali-kali Presiden Jokowi selalu mengatakan subsidi BBM akan dialihkan untuk kepentingan rakyat miskin juga.
Pemerintah Jokowi jauh-jauh hari sebelum dilantik menjadi Presiden juga berusaha meyakinkan rakyat yang kurang beruntung bahwa kenaikan harga BBM untuk menyejahterakan mereka, hal ini masih perlu bukti nyata.
"Atas dasar apa rakyat diuntungkaan dengan kenaikan harga BBM. Ini harus dijawab pemerintah," katanya. (red/sw)
Label:
Artikel Terbaru,
Berita Utama,
Politik,
Poltik





