Pasukan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dikabarkan telah memenggal tujuh pria dan tiga perempuan sebagai bentuk ancaman bagi warga yang menentang keberadaan kelompok itu di wilayah utara Suriah. Demikian disampaikan Lembaga Pemantau HAM Suriah, Kamis (2/10).
Pengungsi terus mengalir ke Turki dari kota Kobane, Suriah yang lari akibat serangan ISIS/BBC
Direktur Lembaga Pemantau HAM Suriah, Rami Abdul Rahman menambahkan pasukan ISIS kini sudah menguasai 325 dari 354 desa di sekitar kota Kobani, sebuah kota Kurdi yang terletak di dekat perbatasan Turki di wilayah utara Suriah.
Sementara itu, seorang pengungsi Suriah yang kini berada di Turki, kepada Reuter mengatakan ISIS membunuhi warga Kurdi di dekat perbatasan Turki.
“Mereka membunuh kami di dekat perbatasan Turki. Tak ada bantuan kemanusiaan dari Turki, tak ada bantuan dari Eropa atau negara lain di dunia,” kata Maslum Bergadan, yang mengungsi ke Turki.
Dia menambahkan, dua saudara laki-lakinya kini berada di tangan pasukan ISIS. Bergadan kini sangat mengkhawatirkan nasib kedua saudaranya itu.
Sementara itu, PBB merilis laporan terbarunya terkait krisis di Irak dan Suriah. Dalam laporan terbarunya itu PBB menyebut ISIS telah melakukan serangkaian kekerasan yang menjurus pada kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Tentang iklan-iklan ini







