Berita9.net - Menteri Agama menyebutkan paham
Daulah Islamiyah atau ISIS merupakan ancaman besar bagi Indonesia, dan
upaya pencegahan dilakukan salah satunya meminta ormas Islam melalui
tokoh dan pemuka agama lebih selektif dan mewaspadai khatib yang berasal
dari luar komunitas tersebut. Berikut penuturan Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin.
"Sebenarnya belum besar tetapi embrio sekecil apapun yang dapat merongrong dan mengancam keutuhan kita sebagai bangsa itu harus ditanggapi serius, seperti demo dengan membawa bendera, mereka sudah merekrut para pendukung untuk kegiatan mereka. Meski gerakannya masih sporadis tetapi harus serius diantisipasi oleh pemerintah Indonesia,"
Pemerintah telah melakukan pendekatan softpower begitu, jadi intinya melalui tokoh-tokoh agama, pemuka agama, melaui ormas keagamaan, kita ingin menyebarkan pemahaman apa yang dibawa oleh ISIS ini bertolak belakang dengan pemahaman keagamaan kita. Yang paling baik adalah umat Islam memiliki filter pada dirinya dengan pengetahuan yang cukup. Bahwa Islam yang benar adalah Islam yang menebar kemaslahatan bagi sesamanya, Islam yang penuh perdamaian, Islam yang toleran. Islam yang memanusiakan manusia dan bukan memaksakan kehendak. Hal seperti itu yang harus diterjemahkan melalui proses penyadaran. Kami sudah mengadakan pertemuan nasional dengan ormas Islam dan dihadiri oleh tokoh agama, sehingga mereka bisa menularkan di masyarakat masing-masing.
Tetntang penangkapan warna negara asing yang diduga terlibat ISIS, saya rasa itu bagian yang saya tekankan kepada ormas Islam melalui tokoh agamanya, harus lebih selektif dan mewaspadai terhadap adanya orang yang tidak kita kenal, yang mereka dengan leluasa melakukan ceramah-ceramah yang isi nya bertentangan dengan umat Islam di Indonesia. Bukan penceramah dari negara luar tapi orang-orang asing yang tidak dikenal masyarakat, orang asing dalam hal ini adalah mereka yang berasal dari luar komunitas, bukan warga asing. Pemerintah juga memperketat orang Indonesia yang akan berkunjung ke Suriah dan Irak, kalau tidak ada kunjungan yang betul-betul mendesak tidak ada diberikan exit permit, dan sebaliknya orang yang dari negara tersebut perlu dipantau aktivitas hariannya seperti apa. Itu memang ada pengetatan lebih dan penekanan tertentu dalam memonitor pergerakan orang-orang yang kita duga berpotensi menyebarluaskan paham yang bertentangan ini.
Tentang pondok pesantren, sesungguhnya adalah pendidikan Islam yang jika dia pesantren tentunya mengajarkan Islam yang rahmatan lil alamin itu, jadi kalau ada lembaga pendidikan yang menjadi pesemaian terorisme yang mengajarkan kekerasan dan pemaksaan kehendak, saya yakin itu bukan pesantren. Itu harus dilakukan penegakan hukum dengan pendekatan hukum. Kalau itu pesantren dia tidak akan mengajarkan hal-hal yang bertolak belakang dengan ajaran Islam itu sendiri. Dan jika itu ditemukan itu hanya mengatasnamakan pesantren saja.
Kita terus menjalin kerjasama dengan beberapa negara bagaimana Islam yang rahmatan lil alamin, saya juga ikut mendampingi pertemuan presiden dengan mantan PM Inggris Tony Blair pekan lalu. Intinya adalah bagaimana Islam yang rahmatan lil alamin yang menjadi corak di Indonesia sehingga bisa menjadi acuan bagi dunia. Islam di Indonesia yang sangat khas yang bisa dapat dijadikan model dalam menata kerukunan umat manusia di dunia ini.
"ISIS itu sangat merugikan citra Islam yang merupakan agama yang penuh kedaiaman yang membawa keselamatan bagi umat di dunia. Ini terdistorsi, tercemari dengan paham-paham yang mereka bawa, dan ini jadi kewajiban khususnya bagi umat Islam Indonesia dan dunia untuk meluruskan hal-hal seperti itu," (bbc)






