Berita9 - Kontraktor pemborong pekerjaan diruas jalan Nasional Wilayah II Provinsi Kalbar, pada paket peningkatan Struktur Jalan Batas.Kota Sanggau – Sekadau I P.T Citra Baja Bahari (CBB) membantah kabar bahwa pihaknya mengabaikan perintah dan koreksi dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Muslim.
Malah sebaliknya, CBB menuduh banyaknya pungli yang dilakukan oknum pejabat Sudin PU Kalimantan Barat, selama CBB mengerjakan projek itu.
(baca juga : Ruas Jalan Baru Dibangun, Banyak yang Rusak )
Sebelumnya diketahu, projek pengerjaan yang dibiayai APBN murni sebesar Rp 25.775 milyar terkesan kejar tayang dan tidak mengindahkan beberapa prosedur tetap pemerintah. Misalnya, pemasangan rambu-rambu tanda ada pekerjaan, kualitas aspal yang terlihat tidak sempurna. Pasalnya, diruas jalan tersebut banyak jalan yang rusak padahal baru selesai dibangun. Hal itu mengindikasikan bahwa pengerjaan yang dilakukan PT. CBB tidak maksimal.
Menurut Muslim, pihaknya telah melayangkan tegoran ke pemborong untuk segera memperbaiki aspal yang cepat rusak. "Pemborong membandel, sudah sering diperingatkan tapi tidak diindahkan," kata Muslim.
(baca juga : DPR Minta BPK Audit Total Pembangunan Jalan Nasional di Kalbar)
Sedangkan pimpinan PT. CBB, Edy, dalam perbincangan dengan Berita9 mengatakan, pihaknya sudah memenuhi semua teguran yang diberikan PPK. Bahkan, ia mengaku sudah membuat plang rambu-rambu sebanyak 40 buah, tetapi sering hilang karena dicuri. "Pagi kita pasang, malam sudah hilang," katanya.
Edy bahkan mengeluh, selama mengerjakan projek itu, dirinya merasa dipermainkan oleh pihak PU Kalimantan Barat. Pasalnya, ia harus mengeluarkan dana ekstra untuk menservice pejabat PU di Kalbar. "Katanya jaman reformasi, tapi KKN (kolusi, korupsi dan nepotisme-red) masih banyak terjadi di PU Kalbar," ujarnya. (red/budi)






