![]() |
| Tomo dukun mengaku kiai saat diperlihatkan ke wartawan |
Berita9 - Seorang dukun pengganda uang yang menyamar sebagai kiai di Tuban, Jawa Timur, menipu sejumlah orang hingga meraup uang ratusa jutaan rupiah. Modus yang pakai sang dukun adalah mampu menggandakan uang melalui pengajian keliling yang rutin digelarnya.
Namun,
dua orang korbannya Sofyan dan Samadi yang merasa dikibuli sang dukun, tidak yakin dengan aksi Tomo. Mereka
pun memberanikan diri untuk melaporkan kiai gadungan itu ke polisi. Tak selang berapa lama, dukun yang menyamar menjadi kiai bernama Tomo (41 tahun) berhasil dicokok polisi.
Tomo warga
Desa Prigi, Kecamatan Kanor, Bojonegoro itu juga diketahui bukan seorang
kiai. Pelaku mencatut kebesaran nama Mbah Kyai Abdullah Faqih pengasuh Pondok Pesantren Langitan, Widan, Tuban. Dalam aksinya, pelaku mengaku bernama Gus Yusuf anak Mbah Kyai Faqih.
Aksi dukun Tomo berhasil dibongkar Setelah berhasil meyakinkan, Tomo mulai melancarkan aksinya menggandakan uang dengan cara berdakwah keliling. Satu korban rata-rata terjerat Rp1,5 juta hingga Rp6,5 juta.
"Untuk kepentingan penyidikan, pelaku kami amankan ke Mapolres Tuban berikut sejumlah barang bukti yakni, perlengkapan menyamar saat berdakwa dan juga sejumlah uang hasil penipuan," ujar Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Suhariyono, Kamis 27 November 2014.
Di hadapan penyidik, Tomo mengakui semua perbuatannya. Dia mengaku terpaksa menyamar sebagai kiai agar mendapatkan uang untuk membiayai pengobatan ibunya yang telah lama sakit. (red)







