Berita9 - Pertarungan kepentingan antara Koalisi Merah Putih (KMP) dengan koalisi Jokowi-JK menghasilkan keadaan politik di Indonesia semakin terpuruk. Buah dari pertarungan dua kelompok itu sudah terasa, korban pertamanya adalah nasib UU Pilkada.
"RUU pilkada jadi korban saja, dari pertarungan nafsu antara dua
kelompok pendapat," kata Jimly Asshiddiqie usai menjalankan Salat Idul Adha, di
Jakarta Selatan, Sabtu, 4 Oktober 2014.
Ketua
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) berpendapat, jika saja putusan pembahasan RUU itu dilakukan
dalam keadaan tenang, mungkin saja hasilnya akan berbeda dengan yang
saat ini.
Menurut Jimly, belum tentu semua pihak Koalisi Merah Putih setuju jika pilkada dilakukan melalui DPRD, begitupun sebaliknya.
"Belum tentu pengusung ide pilkada langsung itu semuanya sependapat, belum tentu, mungkin 50-50," ucap dia.
Jimly berharap ke depannya DPR tidak terburu-buru dalam mengambil
keputusan melalui mekanisme voting. Dia menyarankan DPR untuk lebih
mengedepankan prinsip musyawarah dalam pengambilan keputusan.
"Filosofi demokrasi kita itu musyawarah. Jangan mentang lalu langsung ke voting. Itu tidak benar," tegas dia (red/viva)







