Dokter Kandungan di Klaten Langka, Warga Antre Sejak Subuh
Posted on :
10/04/2014 12:33:00 PM
Berita9 - Keberadaan Dokter kandungan di Klaten, Jawa Tengah menjadi profesi yang langka. Bayangkan, di Klaten hanya ada 7 orang dokter kandungan, akibatnya, warga yang akan melakukan pemeriksaan kandungan atau obsygn harus antre berjam-jam guna mendapat pelayanan dari dokter kandungan. Dampaknya lagi, masyarakat terpaksa antre tengah malam bahkan subuh karena dokter membatasi jumlah pasiennya.
“Saya sudah beberapa kali antre subuh sebab pasien dibatasi,” ungkap Slamet, warga Polanharjo, Sabtu (4/10).
Untuk pemeriksakan kandungan istrinya, biasanya dia beserta istri menuju RS PKU Muhammadiyah Delanggu. Namun sejak sepekan lalu, dokter di RS tersebut membatasi pasiennya hanya 21 orang. Itupun pasien harus mendaftar saat pukul 00.00 atau subuh.
“Mendaftar melalui telepon tidak akan dilayani; sehingga mau tidak mau warga harus susah-payah meski mata mengantuk untuk mendaftar,” katanya.
Untuk pergi ke praktik dokter kandungan di rumah jaraknya cukup jauh. Sementara di tingkat kecamatan luar kota, tidak ada dokter kandungan praktik mandiri. Jika ada, dokter kandungan berpraktik di wilayah Kota Kabupaten Klaten yang jaraknya sekitar 20 kilometer dari tempat tinggalnya.
Bambang, warga Pedan mengaku pernah jengkel antre dokter kandungan di sebuah RS swasta di Klaten. Sudah ditunggu sejak pagi, dokternya tidak datang sebab sedang ada kegiatan lain di RS lain.
Selain itu, jumlah pasien juga dibatasi sekitar 20 orang. “Repotnya, mau pindah ke dokter lain sama antrenya,” keluhnya. Bahkan, kata Bambang, terlambat sedikit saja mendaftar biasanya pasiennya sudah penuh.
“Di bidan sebenarnya bisa periksa, tetapi kurang mantap sebab tidak boleh mengoperasikan USG,” jelasnya.
Humas RS PKU Muhammadiyah Delanggu, Diniyah Lestari mengakui beberapa waktu lalu pasien harus antre dini hari sebab dokter terbatas dan jamnya padat. Jumlah pasien pun dibatasi sehingga praktiknya pagi sekali dan sore. RS berencana menambah dokter lagi sebab animo warga tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, dokter Ronny Roekmito M Kes mengatakan jumlah dokter ahli kandungan hanya tujuh orang. “Jika ditambah 600 orang bidan sebenarnya cukup ideal untuk Klaten,” jelasnya.
Label:
Artikel Terbaru,
Daerah







