Berita9 - Presiden Palestina Mahmoud Abbas
menuduh Israel melakukan "perang genosida" atau pembantaian di Gaza
dalam pidatonya di depan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Abbas
mengatakan "kejahatan perang" yang dilakukan Israel di Gaza harus
dihukum, namun dia tidak mengatakan bahwa mereka akan membawa isu ini ke
Pengadilan Kriminal Internasional.Pidato ini langsung dikritik keras oleh Israel dan Amerika Serikat yang memandang ucapan Abbas sebagai bentuk "serangan".
Konflik yang berlangsung selama 50 hari telah menewaskan 2.100 warga Palestina dan 73 Israel.
Abbas mengatakan skala kerusakan di Gaza belum pernah terjadi sebelumnya dan melampaui perang-perang sebelumnya.
Tidak mungkin berunding
"Perang
terakhir terhadap Gaza adalah serangkaian kejahatan perang mutlak yang
dilakukan di belakang mata dan telinga dari seluruh dunia, dari waktu ke
waktu," katanya kepada Majelis Umum PBB di New York.Dia menambahkan bahwa "tidak mungkin" untuk kembali ke perundingan dengan Israel.
Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman mengatakan itu adalah "pidato hasutan penuh dengan kebohongan". Dia mengatakan pernyataan Abbas "menyoroti sekali lagi betapa dia tidak ingin dan tidak bisa menjadi mitra untuk perjanjian diplomatik yang wajar".
Dia menuduh pemimpin Palestina itu melakukan "terorisme diplomatik".
Sejumlah wartawan mengatakan konflik terbaru dengan Israel telah melemahkan Abbas secara politis, karena kelompok radikal Hamas yang mendominasi Gaza kini dipandang lebih populer karena berani melawan Israel.(bbc)







